RSS

Puisi dari Bulan



Setahuku, matahari itu terang. Cahayanya entah dari mana. Dari api abadi kah? Dari gas? Atau, dari emosi sang Khalik? Entahlah, Tuhan tak pernah memiliki emosi, ataupun amarah kepada setiap hambanya; setahuku.

Setahuku juga, Matahari tidak pernah telat untuk hadir dan memberikan cahayanya untuk bumi dan tata surya lain, dan menurutku dia adil. Dia adil dalam membagikan cahayanya. Cahayanya tidak hanya untuk makhluk bumi. Tapi mungkin untuk makhluk lain, di dimesnsi lain, di galaxy lain? Siapa yang tau? Tapi yang aku tahu, tak ada satupun tempat di bumi yang tidak di sinari oleh matahari. Itu setauku. Setauku saja.

Itu hanya setahuku. Seingatku. Sepengetahuanku, sesuai dengan apa yang aku tahu tanpa niat sok tahu sedikitpun.

Setahuku Matahari itu membantu tanaman untuk berfotosintesis. Alamiah, simbiosi Mutualisme, Berkesinambungan.

Aku tak jenius. Aku tidak cerdas. Tapi aku juga bukan seseorang bodoh atau bahkan seorang berkebutuhan luar biasa; bukan.

Perkenalkan, sebut saja aku bulan. Aku tidak seperti matahari yang besar. Aku bahkan meminjam cahaya matahari untuk menyinari diriku sendiri. Aku hanya satelit kecil, yang bahkan untuk orang awam aku terabaikan. Aku seperti seorang babu, mengikuti rotasi bumi kemanapun ia berputar. Selalu mengikuti Bumi – si majikan.

Terkadang, aku merasa terabaikan. Padahal dari seluruh tata surya, hanya aku yang bisa berubah bentuk dari sabit hingga purnama.

Aku hanya kenal bumi. Aku tidak berani meninggalkan bumi, dan berkenalan dengan planet lain seperti Mars, Yupiter atau Merkurius. Aku takut tersesat di luasnya tata surya, karena aku kecil.

Aku terlalu cinta dengan bumi. Bumi bagiku sudah seperti Ibuku sendiri. Aku mencintainya dan berharap tidak akan pisah darinya. Bumi memberiku kesempatan untuk dikenang, dan aku membantu bumi memberikan keindahan. Sekali lagi, simbiosis Mutualisme.

Aku bertemu matahari mungkin antara satu setengah hingga lima tahun sekali. Dan ketika aku bertemu dia, aku selalu bertanya bagaimana kabarnya, kemudian menanyakan kabar mengenai tata surya. Sayang, waktuku bertemu dengan dia hanya kurang dari satu jam saja.

Aku bulan, dan aku kecil. Aku bulan dan belum  berani mandiri.

Aku bulan, aku kecil. Aku Takut. Aku takut kalau-kalau Ibuku – bumi, sakit lagi. Aku takut kalau ia tersiksa dengan manusia dan tumbuhan serta hewan-hewannya. Aku khawatir jika tiba-tiba dia batuk dan menyemburkan lahar – isi perutnya, keluar dan menyakiti semua di tubuhnya.

Aku bulan dan aku kecil. Aku tidak bisa memeluk Bumi ketika ia menangis, atau bahkan memberikan sapu tanganpun, aku tak bisa. Aku –Malang.

Seharusnya, dulu Tuhan menciptakanku dengan ukuran yang lebih besar dan lebih dekat dengan bumi supaya aku bisa memeluk Ibuku itu lebih erat ketika ia sedih. Tapi memeng Tuhan itu adil dan bijaksana.

Tuhan menciptakan aku jauh dari Bumi, supaya aku tidak menabraknya, tidak mencelakainya. Tuhan menugaskan aku untuk mengelilingi ibuku sendiri sesuai rotasinya, agar aku tahu bagaimana menghargai orang yang lebih Tua daripada aku. Aku, bumi dan matahari dipertemukan sekali-sekali, untuk setidaknya mengajarkan aku tentang pertemuan dan perpisahan.

Aku bangga menjadi kecil di atas langit yang luasnya bisa berjuta-juta persegi. Tidak semua benda dan planet di tata surya bisa seberuntung aku. Aku kecil, dan aku bangga. Aku mencintai bumi, dan aku percaya Bumi pun demikian.


Salam, dari seorang yang tinggal di bumi mewakili bulan.

Tutorial Membuat Efek VSCO dengan Photo Scape



Haiii...
Kali ini aku mau bagi-bagi pengetahuan nih soal ngedit effect foto biar bisa jadi effect  vsco. Kalau pada belum tau apa itu effect vsco, coba searching dulu di google, dan lihat foto-foto yang pake effect vsco. Jadi itulah vsco. Hehehe.. #AgakKurangJelas -_-
Kalau menurut aku sih, effect vsco itu sendiri adalah effect yang di gunakan dalam bidang photography yang mana effeknya itu lebih mengarah ke  kontras yang ga terlalu jelas gitu. Lebih sederhana. Tapi tetap kelihatan berseni. #Uhuk Itu menurut aku yah.. menurut aku. Ehemm..
Di dunia ini, ada banyakkk banget aplikasi edit  foto, right(?) mulai dari aplikasi buat PC, sampe buat smartphone, dan ga mungkin lo ga tau biar satu. Kalau buat PC ada tuh mulai dari yang paling pasaran dulu ajah lah, pasti tau Photoshop, Photo Scape, dan aplikasi yang bikin bibir orens-orens “Xiu-Xiu”, khaaannnn. Yoi dongs. Atau yang dari smartphone itu kayak “Pixlr Express”, PicsArt, dan sepupu-sepupunya, right?
Sebenernya, kalau kita kreatif yah, semua aplikasi itu bisa menghasilkan effect vsco. Kayak kalau dari PC, kita bisa menggunakan aplikasi Photo Scape, dengan cara berikut ini.

 1.       Masuk ke kolom “Editor” kemudian pilih Foto yang akan di edit menggunakan effect vsco.


2.       Setelah itu, di kolom Pangkal, pilih “Warna/terang”  
3.       Sesuaikan dengan gambar di bawah ini.


  

Dengan keterangan: Dalamkan= 38; Terangkan=17: Gelapkan= 24; Eksposur= 1,60;  Terang Gama= 1.00; Terang=68; Kontras= -15; Hue= 0,1; Saturasi= 9.

Dan Hasilnya akan jadi seperti demikian:





     Gampang apa easy? Huehehe :3 kalau menurut kalian belum terlalu sesuai dengan yang kalian inginkan, bisa di gantikan kontrasnya di turunin lagi, terus saturasinya di tambah. Tinggal di mainkan ajah sih gitu. :)
Demikian tutorial dari saya.. :* Cium kecup di udara buat kalian semua. *kedipkedipmanja bubye.