RSS

Masih mengenai masa lalu

 Ini Adalah awal dari semuanya, ketika hati adalah tersakiti, dan cinta adalah penghianatan.
Air mata adalah satu-satunya yang berkata, ketika bibir bisu menjaga semua kesakitan dan kesesakkan.
Mata yang membantu mengukirkan puisi sakit hati, yang terjujur dari sebuah rasa kecewa.
Dan pipi adalah saksi dari setiap linangan air mata yang datang dari hati yang tergores parah.

Untukmu kekasih masa lalu...
Terima kasih untuk rasa dan warna yang telah kau beri di dalam hidupku, mewarnai setiap lembar-lembar cerita hidupku dengan warnamu yang berbeda. Memberikan rasa disetiap gelas demi gelas kehidupanku, kau telah membuat sejarah untukku.

Setahuku, cinta itu seharusnya membahagiakan, bukan menyesakkan.
Setahuku, cinta itu melindungi, bukan membiarkan pergi.
Setahuku, cinta itu tentang kejujuran, bukan kemunafikan.
Dan juga setahuku, Cinta itu tentang kesetiaan, bukan penghianatan.

Tapi kau berbeda.
Mungkin, untukmu cinta adalah sesak.
Cinta adalah kepergian, dan kemunafikan,
Serta sebuah penghianatan.

Kau hanya mengajarkan aku bahagia, kau lupa mengajarkan aku mengenai rasa sakit.
Kau hanya mengajarkan aku mencinta, kau lupa mengajarkanku cara membenci.
Kau hanya mengajarkanku memaafkan, kau lupa mengajarkanku mendendam.
Kau terlalu manis, sehingga membuatku gula darah.
Terlalu tajam, hingga menikam hatiku dalam-dalam.
Sangat menipu, membuatku lupa bahwa aku sedang menghayal tinggi tentang cinta dan bahagia.

Kau pergi tanpa membawa kenanganmu. Memaksaku hidup dan menjaga kenanganmu di sini, sendirian.
Kapan kau kembali dan membawa pulang kenanganmu ini kembali? Aku capek menjaganya setiap hari.
Aku muak, hingga aku kini semakin sekarat didalam tumpukan kenangan yang lupa kau bawa pergi.

Cintamu penuh tipu daya, Masa lalu.
Sangat menipu. Dan aku tampak bodoh, lagi.
Sekali lagi aku memohon kedatanganmu. Disini, sekarang!!!
Aku butuh bantuanmu untuk membawa kenangan ini pergi jauh-jauh dariku.
Aku tidak menanti sosokmu.
Aku hanya butuh kenangan ini kau bawa pulang.
Itu saja.

Cinta menurutku~


Cinta itu buta, kata orang.
Cinta itu ga kenal umur, itu kata orang.
Cinta juga ga kenal agama, ras, suku. Katanya. Kata banyak orang juga.
                       
Cinta itu universal. Umum. Kepada siapa saja, dan dimana saja. Indah.
Cinta itu, tentang perasaan. Perasaan mencintai, menyayangi, dan mengasihi. Tak mengenal suku, ras, dan agama.
Intinya satu. Seluruh manusia telah diciptakan sempurna dan sederajat.
Sama-sama diciptakan dengan hati, dan perasaan dengan maksud untuk membantu pekerjaan Tuhan, yang maha pengasih dan penyayang untuk menyebarkan cinta dari Dia kepada semua orang.

 Mungkin, itu sebabnya tuhan menciptakan mahkluk hidup karena memang seluruh makhluk hidup di bumi memiliki hati, jiwa, perasaan, dan kasih.
Sekalipun hewan. Kaum merekapun diciptakan sama. Hanya saja bentuk dan IQ mereka dibatasi.
Kita sama. Sama-sama diciptakan untuk memberi dan menyebarkan cinta.

Cinta kepada manusia memang bisa lenyap.
Cinta kepada Orang tua, keluarga, guru, sahabat, temen, pacar, gebetan, mantan, idola, semuanya itu ga kekal. Ga bakal selamanya. Ga abadi.
Cinta alam, cinta sesama, cinta damai, cinta kerukunan, cinta kebersihan, cinta apa ajah, semuanya ga kekal. Ga bakal selamanya. Ga abadi.
Meskipun sebenarnya, mencintai itu hukumnya wajib dan mutlak kepada siapa saja, dimana saja, tak memandang suku, ras, dan agama; tapi ya kembali lagi, semuanya kalau dilihat ke sisi yang berbeda, semuanya ga bakal selamanya.
”Why do i think so?”
Just a simple answer. Karena ketika kita mati, dan kembali ke sisi Tuhan yang Maha Esa, yang dibawa dan dipertanyakan pertama adalah “Seberapa besar Cinta kita kepada Tuhan(?)”.
Tuhan tahu, ketika kita mencintai-Nya, cinta itu akan menyebar kepada semuanya. Kepada Orang tua, keluarga, guru, sahabat, teman,  pacar, gebetan, mantan, idola dan siapa saja.
Berbeda dengan mereka yang menjauhi, bahkan tidak mencintai Tuhan sang maha besar dan sibuk mencintai diri sendiri. Ketika mereka mati, dan kembali ke sisi Tuhan, Tuhan tahu bahwa mereka tidak menjadikan-Nya sebagai patokan untuk menyebar cinta. Dan itu berarti cinta mereka kepada dunia, dan segala isinya adalah sia-sia.

Tuhan menciptakan Cinta, dengan alasan agar kita mencintai DIA lebih dulu dari segala hal di Bumi. Wajar Tuhan bersikap demikian karena Ia adalah Tuhan. Ia ingin di Cintai oleh semua hal yang telah ia ciptakan. Bukan untuk disalahgunakan.
Cinta itu diciptakan dengan maksud baik. Sebagai bekal hidup.

Ketika cinta mengecewakan, bersyukurlah. Tuhan mengejarkanmu bangaimana untuk bersyukur dalam segala hal. Karena memang, tidak ada yang lebih membahagiakan selain bersyukur atas segala hal yang telah diberikan kepadamu dari DIA. Tuhan maha mengetahui, bukan? Bahkan ketika kau dibuat kecewa oleh Cinta, Ia akan berusaha benar-benar membuatmu dikecewakan. Karena ia Tahu. Tahu, dengan cara ini kau bisa lebih dekat dan lebih mencintai DIA. Agar kau bersyukur, dalam segala hal.

Cinta itu mengasihi, menyayangi, memberi, menerima, mengikhlaskan, merelakan, membahagiakan, menyakitkan, mengecewakan, menginspirasikan, menolong, mensuport, segalanya ada di dalam cinta. Cinta kepada Tuhan. : )

Selamat jatuh cinta.

Stand Up Komedi gagal ala Gue.

Jadi gini. Kalau lihat kak Raditya Dika, atau Om Mongol di TV bawain 'Stand Up Comedy', kayaknya emang pas deh yah, soalnya mereka berdua emang "Stand Up" A.K.A berdiri. Sedangkan gue? boro-boro berdiri, bro. Nulis ini ajah gue lagi tiduran di atas kasur. Terus, ini harus di sebut apa? 'Rest Down Comedy', gitu? atau 'Socmed comedy'? 'Blog Comedy'? atau apa? APAAAA???? APAAAAAAA?? Gue butuh penjelasan. butuh kehangatan, butuh kasih sayang.. *Kemudian tiduran di atas kompor*

Perkenalan dulu. Kenalin, nama gue Zetiawati Jeacquline Harun Misi. Panggil saja 'Selena Gomez'.
Gue masih kelas 12 di salah satu SMK Negri di kota paling timur Indonesia, Jayapura-Papua.

Gue lihat dunia Sosial media akhir-akhir ini di seluruh dunia gila WOW bingit. Anak ABG sekarang mainannya Twitter bro. Gila kalau kita mau minta follback setengah mati. selalu di replynya "Maaf, siapa yah?". Kalau kita gak bales, bisa gak di Follback. Nah kalau kita balas, bahkan hanya dengan kata "Hehe, ini Tukimin, Yem. RT @TukiyemCute: Maaf, siapa yah @TukiminGanteng?" Pasti, di follback. Kalau enggak, di Block sih.

Terus lagi, masih tentang Twitter dan anak ABG. Di twitter kan ada tuh bahasa twitter: Bio, Location, dan link. Kadang sakit bro, Lihat TL orang, Bionya ditulis "In relationship with @DarmonahOenyoeh". Lo punya pacar, enak tulis na pacar di Bio. Lha, gue? yang jomblo ini, harus tulis nama siapa di bio gue? nama Bapak gue? Kakek gue? atau, Nama mantan Gue? Plis, ga mungkin gue tulis " Was Broke Up with mantan tersayang @SamsudinBieber." atau "Cucunya @SuleRonaldo yang tersayang." atau "Anak pertamanya @BapakkuSehatSelalu" enggak kan? gak mungkin!!

Terus, yang punya pacar sering banget mentionan di Time Line gue. Dan gue selalu ngerasa kayak "COT! LO ENAK PUNYA PACAR. TERUS GUEEEE? PLIS, HARGAIN GUE!! TL BUKAN PUNYA BAPAK LO!!!" #danKemudianNgesot 

Apa salah gue. Gue seperti dilarang buat main twitter. karena apa? karena mereka seperti seenak jidat mentionan depan mata gue, panggil "Ayang-ayangan", "Bebep-bebepan" "Ayah-bunda-an". kenapaaaaaa? kenapa gak sekalian "Biji-bijian?" Kenapa? 

Plis, hargain kaum jomblo, kayak gue. Lo punya pacar. Selamat. Tapi gue yang ga punya pacar, gimana? lo mau bilang 'Selamat' juga gitu? Parah. Jomblo dikasih 'Selamat' itu sejarahnya dari mana?? yang ada dikasih 'Pacar', bro. Pacar.

Terus, Twitter juga jadi tempat buat pamer Ava. Lo punya ava bagus, pasti di follow banyak orang. Katanya "Wah kak, Avanya kece" "Ih, avanya lucuk." "Wii, kak avanya so swit bingit". Terus, ava gue? lo mau bilang jelek, gitu? Freak, gitu? Walau ava gue cuma gambar telur burung sebiji, tapi harusnya lo bisa ngerti kenapa gue ga ganti ava. Gue kasihan, itu telurnya ga ada yang bantu buat tetasin. Lo lihat ajah ayam. kalau bertelur, induknya butuh 21 hari buat mengerami telurnya biar menetas. kalau Telur burung kayak di ava gue, butuh waktu lama bro. karena gue care, peduli!!! Kalau bukan gue yang jaga, siapa lagi? Bapak gue? Mamak gue? Ade gue? Enggak. Enggak mungkin. gue nggak mungkin ngasih "Nih, Pak, Mak, dek, Email dan password twitterku. Bantu tetaskan telurku yah Mak, Pak, Dek." Enggak mungkin.

Tolong, ini gue ga tau gue masih normal atau tidak. Gue lucu atau nggak, gue ga tau. Gue galau. Gue jomblo. Gue jadi ingat pepatah gaul 

"Sambil menyelam, Buang Air" gue mau kayak gitu. "Sambil menjomblo, buang air".  Meskipun jomblo, gue punya hati yang murni. mau bantu menjaga ava dan telur burung. Gue baik, ga kayak mereka yang punya pacar yang lebih milih pasang ava bareng pacar, ketimbang menjaga kelangsungan hidup burung masa depan.

iya kan? iya dong.. iya sih.
Sekian dari saya.

GARING yah. 

ahahaha yaudin, ahahahah -_____-  ga lucu ahahaha.. ceriyanya ga lucuk! ahahahah.. ga lucuk haha. hahaha hahahahahahaaa~ Ga Lucuk. haha hahaha  hahahahaha.. ga lucu.

Gue pamit yah, makasih. hahaha ga lucuk. haha~ hahaha.. haha.. 

HA~ Ga lucuk. #Nangis

UPW dan curahan hatinya.

UPW itu yah UPW. jurusan UPW yah gitu, selalu saJa bikin kasus dan ada kasusnya.
Gatau kenapa dan mengapa, tapi yah udah gitu takdirnya, selalu jadi bahan perbincangan di ruang guru dan di kelas lain.

I dunno, mungkin karena kbanyakan dari mereka merasa ENVY dengan keberadaan Jurusan kami ini.
Iyah, karena kami lebih dekat dengan transportasi udara, kerjaannya traveling, dan lain-lain mengenai pariwisata. *Lol *NoHatePlease

UPW udah dari sananya gitu mungkin, selalu di olok-olok, tapi TOLONG, kebanyakan dari kalian tidk tau apa-apa mengenai kami. Haahaa..

Kami begini, karena kami memiliki jiwa kekeluargaan yang lebih. Kami lebih santai, karena apa? Guru keahlian kami rata-rata memang "Funny" gak kaku.

Coba lihat yang lain, siapa yang lebih aktif di kegiatan luar sekolah kalau bukan dari jurusan UPW?

kebanyakan dari mereka hanya melihat kami dari fisik.  Iyah kami tidak memungkiri disini banyak yang memiliki kebiasaan kurang baik. tapi, itu manusiawi kan?

Sekali lagi, Tolong. UPW tidak serendah apa yang kalian pikirkan.
Kami begini karena kami TIDAK JAIM.. kami apa adanya. Kami cinta kekeluargaan.

Kami memiliki banyak kasus aneh,
dan kemudian kami di caci sana-sini.
But Please, once again it's not about who is the stupid, atau who is that person who make it.

Kami mencintai jurusan kami.
kami rela melakukan apa saja agar citra kami naik derajatnya.

Sekali lagi, jangan lihat segalanya dari Covernya, please.
Ketika kalian menjatuhkan jati diri kami, jujur yang sakit hatinya bukan hanya kami sebagai pelajar di jurusan kami, tapi jelas guru-guru kami juga demikian.

Terimakasih untuk semuanya.
Kami bisa buktikan, kami bisa sukses.
Iyah, karena memang begitu seharusnya.

Curhat Colongan: Pengalaman selama Prakerin

Hallooooo... Pie kabare semua... *uhuk *sokBasaBasi muehehe.. :D
maaf yah, lama gak ngepost, sibuk PKL dan gak punya waktu buat on blog juga soalnya. *nahLho *malahcurhat ._.
Udah mulai PKL dari 21 januari lalu, jujur awal-awalnya sempat ngerasa galau gundah gulana, karena you know what lah yah, in a new place that you never visit it before, and than you just feel like "Where am i?" "Oh, who are them?" ._. *lalala
Semuanya udah berjalan kurang lebih sebulan 2 minggu. and it will end it all on April, 21st 2013. aww, i'll miss this place.
Kharisma Persada Tours And Travels. itu nama tempatku prakerin lho, kakaaa... kelen kaaannn... Nyoi dund. :3 xoxo... Disini ada 4 karyawan tetap, yaitu Kak Ursula, Kak Erna, Kak Dimas, And the last one Kak Rio. awal aku masuk sini ada 5 klaryawan, but one of them was out from here 'cos one and another reason. jadi sekarang sisa 4 karyawan dech. huhu..
Enaknya disini itchu, disini orangnya friendly semua. udah gitu pada gila-gila juga, jadi kadang seneng juga, ketawa haha-hihi..
kalau orang pada mikir PKL atau prakerin adalah hal yang mengerikan like hell, tapi sesungguhnya kalau di nikmati dengan hati, pasti semuanya menyenangkan deh..
soo,, i think it's enough from me.Itu curhatanku,, apa curhatanmu.. kwokwok..
OKEDEH, SEE YOU BUBYE SEMUA. :) Tuhan Memberkati... *ciumMesra

Jarak, Cita dan Cinta.

Sayapku patah.. patah untuk yang kesekian kali dengan tema yang sama, penghianatan. Mungkin terlalu dramatis, tapi itulah kenyataannya, di khianati oleh orang yang sama, berkali-kali, hahaha, bodoh!
Sudah berapa kali hal ini terjadi? Entahlah, tak terhitung. Sudah berkali-kali pula aku berusaha keluar dari kurungan cinta yang menyesakkan ini, mencoba mencari jalan alternatif, tapi ternyata jalan alternatif yang kucaripun  juga ternyata buntu, menyesakkan...
Mungkin cintaku sudah buta, atau lebih tepatnya katarak? Entahlah, cintaku sudah benar-benar tertutupi emosi yang entah nama yunaninya apa, cintaku memang bodoh. Merelakan matanya sembab, menangisi seseorang yang mungkin mengingatku pun tidak.
Inilah kenyataan yang sudah memang harus ku hadapi. Berusaha menanjakki puncak gunung demi memenuhi keinginan seseorang yang menungguku dengan santai dibawah kaki gunung. aku merelakan kakiku merasakan sakit sendirian, tanpa peduli apakan dia yang menunggu di bawah, mempertanyakan kondisiku?
Cita dan Cinta. Dua hal yang terpisah oleh restu jiwa masing-masing. Cita memiliki banyak keegoisan dibandingkan Cinta. Cinta terlalu lemah bila disandingkan dengan Cita. Kasus ini sudah tidak asing lagi. ketika harus mencintai sendirian, Memegang pendirian cinta masing-masing, dan seorang yang berjuang mempertahankan cinta sendirian.
Konyol memang. Apalagi ketika seseorang merelakan seperempat waktu malamnya habis hanya untuk memikirkan dan mendoakan kekasihnya yang jauh, yang belum tentu melakukan hal yang sama dengan apa yang di perbuatnya..
Ini memang sudah takdir-Nya. Memisahkan kita. Dua jiwa yang DULU sempat di persatukan, dan kemudian di pisahkan oleh Jarak karena Citamu dan Cintaku.
Kau melanjutkan sekolahmu di Bandung, dan aku disini memendam rindu selama berbulan-bulan, sendirian, memilukan...
Aku sendiri disini. Sedangkan kamu, mungkin sedang bersama kawan-kawanmu yang entah siapa. Aku menggenggam hapeku, menunggu kabar darimu, sedangkan kamu mungkin menyimpan jauh-jauh hapemu, agar aku tak mengganggu aktifitasmu setiap malam. Aku bersujud, membisikkan namamu kepada sang pencipta, sedangkan kamu mungkin sedang melakukan party konyol dengan orang-orang yang tak aku kenal sama sekali.
Iyah,ini takdir kita. Dipisahkan oleh jarak dengan seizin sang pencipta. Tapi apa harus aku melakukan semua itu setiap malam? Menyendiri, menggenggam hape, bersujud?
Segalanya serasa sunyi tanpa kamu, pria dengan tinggi diatas rata-rata, yang dulu adalah kakak kelasku di jurusan komputer, yang kini melanjutkan sekolahnya di Bandung, demi mengejar cita-citanya sebagai seorang Psikolog.
Kamu apa kabar? Tolong, jangan buat saya disini menangis sendirian, jangan buat saya terus menggenggam hape dan berharap namamu terukir indah tepat di screen hape, atau bahkan harus bersujud, meneriakkan namamu lirih kepada sang maha Besar... Karena sesungguhnya aku capek. Capek melakukan semuanya, karena itu, mungkin saja kau tidak demikian melakukan hal yang sama denganku.
Tolong, Teruntuk kamu yang sekarang entah bersama siapa,, Tolong, lihat kotak pesanmu, balas secarik kecil pesan dariku, dan membalasnya dengan sebuah bahasa yang menggetarkan hatiku, lagi. seperti satu tahun lalu, ketika kau masih disini, di kota ini, sebelum kau meninggalkan aku sendirian..
Karena aku disini sedang benar-benar merindukanmu.. Tolong sekali ini saja, balas rasa sesakku, balas rasa rinduku, aku berharap kaupeka dengan perasaanku ini.
Tertanda Kekasih Jauhmu yang entah masih kau sayangi atau tidak.


Tulisan ini khusus untuk Suci Ramadhani, :3 Hutang puisi gue lunas yah. :D