RSS

Pengalaman Menjadi Mahasiswa Baru.



Halooo.... selamat bertemu lagi.. *tebarsenyum *tebarcinta *tebarbunga Hahaha... long time no post yaah kangen nulis lagi...

Well sesuai dengan judul di atas, jadi kali ini i am going to share all about my experiences  in Collage. Puji Tuhan sekarang seorang Zetiawati Jeacquline Harun Misi sudah bukan anak SMA lagi. Sekarang udah jadi Mahasiswa di salah satu Universitas Swasta di Kota jayapura dengan jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Yeayy... tepuk tangan dulu ayok... tepuk tangan, Grak!!!

Dan rasanyaaaaaaa jadi mahasiswa ituuuuuuuuu..... Enak-Ga enak.

Ada enaknya, ada juga gak enaknya, seimbang sih. But most of all, it is so amazing. Akhirnya gue tau gimana rasanya belajar di kelas tanpa harus pakek seragam, dan tanpa harus pakek sepatu-hitam-bertali dan dasi dan topi dan segala macamnya itu... Yepp, thats heaven sodarah-sodarah.. Hahaha.. 
 
Kalau jaman sekolah dulu satu mata pelajaran itu di haruskan punya satu buku tulis khusus, which is mean lo gak boleh campur-campur catatan, right? Kalau kata ibu guru gue dulu “Ini itu buku, bukan gado-gado jangan dicampur-campur catatannya. Kalau ada yang ketahuan catannya campur-campur ibu ga mau periksa.” Disitu kadang saya merasa sedih, guys. Well sejak saat itu setiap semester buku tulis buat gue doang selalu dibeli ada lebih dari 15 buku tulis, belum lagi Seragam yang pasti gengsi kalau gak baru tiap kenaikan  kelas. Belum lagi sepatu, tas, dan sebagainya. Uang emak habis hanya untuk beli perlengkapan sekolah, gue yakin disitu kadang emak gue merasa sedih.

Sekarang rasanya beda. Uang emak udah ga bakalan habis buat beli buku lagi. Soalnya cukup bawa satu buku catatan ke kampus (tsahhh bukan sekolah lagi CHUY!) dan itu buku bisa di pakek sampe berapa semester pun. Buku catatan itu gue sebut Binder. Uang emak udah ga bakal habis buat beli seragam karena kuliah itu lo boleh pakek baju bebas asal Rapi bersih. Tapi khusus kampus gue selalu di sarankan untuk pakek kemeja sih, No Kaos Oblong yes... Disitu kadang emak saya gak jadi sedih lagi. Hahaha...

Itu mengenai kelebihannya kuliah, tapi kalau mengenai kekurangannya, pengeluaran di bandingkan dengan jaman sekolah emang jujur lebih boros waktu lo memasuki masa-masa Kuliah. Uang emak lo mungkin ga habis buat beli buku, seragam, sepatu-hitam-bertali, topi, dasi dan sebagainya  lagi, tapi bakalan habis buat bayar uang semester, buat ngeprint tugas dosen, buat fotokopi materi dari dosen, dan buat ikut seminar-seminar yang di adain sama Univ lo.  

Kalau dulu jaman sekolah, setiap kenaikan kelas paling-paling uang emak yang keluar itu sekitar seratus-lima ratus ribu rupiah, tapi ketika lo jadi mahasiswa biaya yang keluar setiap semesternya bisa jadi berkali kali lipat dari itu. Ini ajah sampai semester dua total biaya kuliah gue yang di hitung kasar itu udah ada lebih dari lima belas juta. Ampun Tuhan... :”””(

Sekarang gue baru semester dua, iyah masih MABA. Tapi udah nancep banget keseharian jadi mahasiswa ini gaess... Tugas dari Dosen itu membutuhkan  iman yang besar. Gak kuat iman bisa gak lulus. Baru semester dua awal ajah tapi pala berbi rasa-rasanya udah mau pecah berkeping-keping..

Tapi gue ga boleh malas. Kedua orang tua gue sedang berjuang keras buat ngelihat salah seorang anaknya lulus dengan gelar sarjana, dan saya akan sangat-amat jahat ketika tidak berusaha mewujudkan keinginan mereka tersebut.

“Tuhan, kuatkanlah hati salah seorang hamba kecilMu yang sedang berjuang ini. Kau tahu apa yang menjadi inginnya. Rupiah demi rupiah yang Kau titipkan kepada kedua orang tuanya demi mendidik hamba kecilMu ini akan sangat kuhargai. Kuatkan pula raga yang lemah  ini karena Kau pun tahu bahwa untuk mencapai gelar itu tak semudah memanjat lereng gunung. Siapa pula aku ini di mataMu, Tuhan? Selain seorang hamba kecil nan mungil yang buta mengenai masa depan namun berpegang teguh pada kasih dan firmanMu. Sertai aku Tuhan, hingga kelak Toga itu dapat aku kenakan.. Amin.”


Demikian curhatan gue yaah... Hehehe, sebenarnya ga ada yang sia-sia di dunia Ini. Dan segala sesuatunya itu baik karena Tuhan yang merencanakan dan menjadikannya nyata. Untuk jadi seorang mahasiswa kamu harus melewati masa-masa di sekolah dasar dan menengah yang mana semuanya itu di butuhkan kelak ketika menjadi seorang mahasiswa. 

Semoga kita semua bisa jadi lebih bersyukur, karena tidak semua orang di dunia mendapat kesempatan untuk berkuliah. Terutama untuk teman-teman yang sedang berkuliah saat ini, Hargai waktumu yah, agar Toganya cepat diraih. Agar suksesnya juga cepat di raih. ^^
 
Salam.