RSS

Penyesalan....



“Aku minta putus.” Kevin memecahkan keheningan.
“Hahaha.. Kevin, sayang. Becanda terus. Udah deh.” Balas Irene, santai.
“Aku serius.”
“Aku juga serius. Becandaan kamu ga lucu, tau?” Irene masih tetap tersenyum.
“Aku sudah pacaran sama Dea, seminggu.” Angkat Kevin, lagi.
“Kevin? Ini kamu kan? Kevin Mahendra?” Tanya Irene memastikan.
“Iyah.”
“Lalu?”
“Aku lebih sayang dia, dibandingkan kamu.”
“Lalu?”
“Aku mau kita putus”
“Iyah, Lalu?”
“Dia lebih bisa menerima, dan menghargai aku daripada kamu.”
“Terus?”
“Aku lebih nyaman dengan dia.”
“Ohhh. Yah, lalu?”
“AKU SERIUS, IRENE!!!” Kevin berdiri, memukul meja, dan menatap tajam ke arah Irene.
“Lalu?” Irene mencoba tetap terlihat tenang.
Kevin terdiam dan kembali duduk ke tempatnya semula. Mereka tak saling bercakap untuk beberapa waktu. Irene terlihat tegar, matanya tidak mengeluarkan setetes air mata, bahkan ia terlihat seperti bahagia, senyumnya mengembang di sudut bibirnya, dan berkata:
“Aku senang. Senang kalau kamu menemukan orang yang lebih baik dari aku. Yang bisa lebih menerima, dan menghargai kamu dibandingkan aku, dan yang bisa lebih sabar menghadapi kamu daripada aku. Iyah, aku pemarah, aku cemburuan, aku overprotective, aku terlalu manja, aku ga pernah buat kamu nyaman. Aku egois dan tidak seperti Dea yang mungkin sempurna bagi kamu. Selamat buat hubungan kamu sama Dea. Maaf, aku ga bisa jadi yang terbaik buat kamu selama satu tahun ini jalanin hubungan sama kamu. Atau, mungkin malah aku yang salah milih kamu buat masuk ke dalam kehidupan aku.. Semoga kalian rukun terus yah. Selamat, Kevin Mahendra. Selamat.” Ucap Irene panjang lebar, dan kemudian meninggalkan tempat itu, bersama perasaan Kevin yang terpukul atas reaksi Irene yang seperti “Tidak peduli”. Langkah kaki Irene mulai menjauh dari posisi Kevin, dan setiap langkah kakinya menapak, sebanyak itu pula air matanya berbicara.

 ***
Lima tahun berselang setelah kejadian itu, Irene telah menjalin hubungan baru dengan seorang Pria bernama Bayu Dwi Permana, dan telah berumah tangga bersamanya.

Sedangkan Kevin?? 
Iyah, Kevin masih dengan penyesalannya meninggalkan Irene demi Dea yang ternyata tidak lebih baik dari pada Irene.

----

Well, terkadang orang yang lo anggap baik belum tentu baik. Dan orang yang lo anggap buruk belum tentu buruk. Ketika kita tau bahwa penyesalan itu selalu datang diakhir, kenapa tidak kita ciptakan suatu moment yang terbaik, yang paling baik dari segala yang terbaik dengan apa yang telah kita punya(?) Penyesalan memang selalu datang belakangan~ Dan sudah begitu hukum Alam yang berlaku. Soooooo, bersyukurlah atas segala hal yang lo punya saat ini. Bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan totalitas yang lo punya, sehingga jika pada akhirnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, penyesalan itu tidak terlalu menampar hatimu. Karena diakhiri dengan "usaha yang terbaik"

Salam. 

Hal-hal yang bisa lo lakuin ketika mati lampu.



Sengaja gue tulis postingan alay ini karena iyah waktu gue tulis ini lampu rumah gue mati regara perlakuan sepihak mas-mas peelen. *hestekSedih Btw, hape gue  dalam kondisi lobet dan i dont know what i have to do, jadi, gue nulis postingan ini. *abaikan

Jadi, ketika rumah lo gelap gulita, dan hape lo lobet, dan bahkan betre leptop lo lobet, serta hati lo yang udah mulai mau mati gara-gara lebih lobet, gue disini mau bagiin tips atau info-info soal “hal-hal yang bisa lo lakuin saat mati lampu”, yang adalaaaaaahhhhh~~~ *bantingPanci *bantingKuali *BantingBaskom *bantingKompor *BantingKuman

1.       Main sama lilin.
Lo bisa mainin lilin. Kayak pas lilinnya meleleh dan lo colekin ke jari lo, dan mengeras di tangan lo, dan lo lakuin itu di seluruh tangan lo. :’) Sekalian kalau bisa lo bakar tangan lo, biar sakit hati karena mati lampu lo ga kerasa lagi. Iyah, bakar tangan lo.Sekarang. :’’’’)

2.       Nyanyi.
Dibawah sinar lilin, lo bisa nyanyi ala Aca Septriasa atau ala-ala orang india, nyanyi sampil menghayati, terus juga kalau bisa mic-nya pake lilinnya sekalian, biar mulut lo terbakar, biar rasa sakit karena mati lampunya juga bisa hilang. :’’’)

3.       Galau.
Lo juga bisa galau ketika lampu mati. Malah sensasinya lebih terasa. Iyah serius, coba ajah. Sambil ngeiris-iris tangan lo pakek kapak yah, sambil menghayati, sambil diiringi lagu “lumpuhkanlah ingatanku” milik geisha, sambil nangis. Terus cari kapurbarus, terus diminum.. :’’) 

4.       Mengadakan Sesi berbicara dengan makhluk halus.
Ala-ala Ghost Hunter, atau MDL. Kebetulan ada lilin kan, tinggal di tambah segelas air putih sama nasi bungkus di samping, terus di videoin. Lumayan bisa di upload di youcup, atau di post di instagrem, atau di peth, yah biar lo makin eksis. #muntahkalajengking.

Dan, yang terakhir menurut gue, yang wajib/bisa lo lakuin ketika mati ampu adalaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh~~~~

5.       Tidur
Iyah, lo bisa tidur sampe lampu nyala. #Singkat

Sekian dari saya. Kurang-lebihnya postingan saya ini harap di maklumi. :’’)
Soalnya biasanya kalau lampu mati gitu, otak dan hati gue juga ikutan mati.
Okesip. Lafyu~ #CiuminUbunUbunSatupersatu

Puisi dari Bulan



Setahuku, matahari itu terang. Cahayanya entah dari mana. Dari api abadi kah? Dari gas? Atau, dari emosi sang Khalik? Entahlah, Tuhan tak pernah memiliki emosi, ataupun amarah kepada setiap hambanya; setahuku.

Setahuku juga, Matahari tidak pernah telat untuk hadir dan memberikan cahayanya untuk bumi dan tata surya lain, dan menurutku dia adil. Dia adil dalam membagikan cahayanya. Cahayanya tidak hanya untuk makhluk bumi. Tapi mungkin untuk makhluk lain, di dimesnsi lain, di galaxy lain? Siapa yang tau? Tapi yang aku tahu, tak ada satupun tempat di bumi yang tidak di sinari oleh matahari. Itu setauku. Setauku saja.

Itu hanya setahuku. Seingatku. Sepengetahuanku, sesuai dengan apa yang aku tahu tanpa niat sok tahu sedikitpun.

Setahuku Matahari itu membantu tanaman untuk berfotosintesis. Alamiah, simbiosi Mutualisme, Berkesinambungan.

Aku tak jenius. Aku tidak cerdas. Tapi aku juga bukan seseorang bodoh atau bahkan seorang berkebutuhan luar biasa; bukan.

Perkenalkan, sebut saja aku bulan. Aku tidak seperti matahari yang besar. Aku bahkan meminjam cahaya matahari untuk menyinari diriku sendiri. Aku hanya satelit kecil, yang bahkan untuk orang awam aku terabaikan. Aku seperti seorang babu, mengikuti rotasi bumi kemanapun ia berputar. Selalu mengikuti Bumi – si majikan.

Terkadang, aku merasa terabaikan. Padahal dari seluruh tata surya, hanya aku yang bisa berubah bentuk dari sabit hingga purnama.

Aku hanya kenal bumi. Aku tidak berani meninggalkan bumi, dan berkenalan dengan planet lain seperti Mars, Yupiter atau Merkurius. Aku takut tersesat di luasnya tata surya, karena aku kecil.

Aku terlalu cinta dengan bumi. Bumi bagiku sudah seperti Ibuku sendiri. Aku mencintainya dan berharap tidak akan pisah darinya. Bumi memberiku kesempatan untuk dikenang, dan aku membantu bumi memberikan keindahan. Sekali lagi, simbiosis Mutualisme.

Aku bertemu matahari mungkin antara satu setengah hingga lima tahun sekali. Dan ketika aku bertemu dia, aku selalu bertanya bagaimana kabarnya, kemudian menanyakan kabar mengenai tata surya. Sayang, waktuku bertemu dengan dia hanya kurang dari satu jam saja.

Aku bulan, dan aku kecil. Aku bulan dan belum  berani mandiri.

Aku bulan, aku kecil. Aku Takut. Aku takut kalau-kalau Ibuku – bumi, sakit lagi. Aku takut kalau ia tersiksa dengan manusia dan tumbuhan serta hewan-hewannya. Aku khawatir jika tiba-tiba dia batuk dan menyemburkan lahar – isi perutnya, keluar dan menyakiti semua di tubuhnya.

Aku bulan dan aku kecil. Aku tidak bisa memeluk Bumi ketika ia menangis, atau bahkan memberikan sapu tanganpun, aku tak bisa. Aku –Malang.

Seharusnya, dulu Tuhan menciptakanku dengan ukuran yang lebih besar dan lebih dekat dengan bumi supaya aku bisa memeluk Ibuku itu lebih erat ketika ia sedih. Tapi memeng Tuhan itu adil dan bijaksana.

Tuhan menciptakan aku jauh dari Bumi, supaya aku tidak menabraknya, tidak mencelakainya. Tuhan menugaskan aku untuk mengelilingi ibuku sendiri sesuai rotasinya, agar aku tahu bagaimana menghargai orang yang lebih Tua daripada aku. Aku, bumi dan matahari dipertemukan sekali-sekali, untuk setidaknya mengajarkan aku tentang pertemuan dan perpisahan.

Aku bangga menjadi kecil di atas langit yang luasnya bisa berjuta-juta persegi. Tidak semua benda dan planet di tata surya bisa seberuntung aku. Aku kecil, dan aku bangga. Aku mencintai bumi, dan aku percaya Bumi pun demikian.


Salam, dari seorang yang tinggal di bumi mewakili bulan.

Tutorial Membuat Efek VSCO dengan Photo Scape



Haiii...
Kali ini aku mau bagi-bagi pengetahuan nih soal ngedit effect foto biar bisa jadi effect  vsco. Kalau pada belum tau apa itu effect vsco, coba searching dulu di google, dan lihat foto-foto yang pake effect vsco. Jadi itulah vsco. Hehehe.. #AgakKurangJelas -_-
Kalau menurut aku sih, effect vsco itu sendiri adalah effect yang di gunakan dalam bidang photography yang mana effeknya itu lebih mengarah ke  kontras yang ga terlalu jelas gitu. Lebih sederhana. Tapi tetap kelihatan berseni. #Uhuk Itu menurut aku yah.. menurut aku. Ehemm..
Di dunia ini, ada banyakkk banget aplikasi edit  foto, right(?) mulai dari aplikasi buat PC, sampe buat smartphone, dan ga mungkin lo ga tau biar satu. Kalau buat PC ada tuh mulai dari yang paling pasaran dulu ajah lah, pasti tau Photoshop, Photo Scape, dan aplikasi yang bikin bibir orens-orens “Xiu-Xiu”, khaaannnn. Yoi dongs. Atau yang dari smartphone itu kayak “Pixlr Express”, PicsArt, dan sepupu-sepupunya, right?
Sebenernya, kalau kita kreatif yah, semua aplikasi itu bisa menghasilkan effect vsco. Kayak kalau dari PC, kita bisa menggunakan aplikasi Photo Scape, dengan cara berikut ini.

 1.       Masuk ke kolom “Editor” kemudian pilih Foto yang akan di edit menggunakan effect vsco.


2.       Setelah itu, di kolom Pangkal, pilih “Warna/terang”  
3.       Sesuaikan dengan gambar di bawah ini.


  

Dengan keterangan: Dalamkan= 38; Terangkan=17: Gelapkan= 24; Eksposur= 1,60;  Terang Gama= 1.00; Terang=68; Kontras= -15; Hue= 0,1; Saturasi= 9.

Dan Hasilnya akan jadi seperti demikian:





     Gampang apa easy? Huehehe :3 kalau menurut kalian belum terlalu sesuai dengan yang kalian inginkan, bisa di gantikan kontrasnya di turunin lagi, terus saturasinya di tambah. Tinggal di mainkan ajah sih gitu. :)
Demikian tutorial dari saya.. :* Cium kecup di udara buat kalian semua. *kedipkedipmanja bubye.