Cinta itu buta, kata
orang.
Cinta itu ga kenal
umur, itu kata orang.
Cinta juga ga kenal
agama, ras, suku. Katanya. Kata banyak orang juga.
Cinta itu universal.
Umum. Kepada siapa saja, dan dimana saja. Indah.
Cinta itu, tentang
perasaan. Perasaan mencintai, menyayangi, dan mengasihi. Tak mengenal suku,
ras, dan agama.
Intinya satu. Seluruh
manusia telah diciptakan sempurna dan sederajat.
Sama-sama diciptakan
dengan hati, dan perasaan dengan maksud untuk membantu pekerjaan Tuhan, yang
maha pengasih dan penyayang untuk menyebarkan cinta dari Dia kepada semua orang.
Mungkin, itu sebabnya tuhan menciptakan
mahkluk hidup karena memang seluruh makhluk hidup di bumi memiliki hati, jiwa,
perasaan, dan kasih.
Sekalipun hewan. Kaum
merekapun diciptakan sama. Hanya saja bentuk dan IQ mereka dibatasi.
Kita sama. Sama-sama
diciptakan untuk memberi dan menyebarkan cinta.
Cinta kepada manusia
memang bisa lenyap.
Cinta kepada Orang tua,
keluarga, guru, sahabat, temen, pacar, gebetan, mantan, idola, semuanya itu ga
kekal. Ga bakal selamanya. Ga abadi.
Cinta alam, cinta
sesama, cinta damai, cinta kerukunan, cinta kebersihan, cinta apa ajah,
semuanya ga kekal. Ga bakal selamanya. Ga abadi.
Meskipun sebenarnya,
mencintai itu hukumnya wajib dan mutlak kepada siapa saja, dimana saja, tak
memandang suku, ras, dan agama; tapi ya kembali lagi, semuanya kalau dilihat ke
sisi yang berbeda, semuanya ga bakal selamanya.
”Why do i think so?”
Just a simple answer.
Karena ketika kita mati, dan kembali ke sisi Tuhan yang Maha Esa, yang dibawa
dan dipertanyakan pertama adalah “Seberapa besar Cinta kita kepada Tuhan(?)”.
Tuhan tahu, ketika kita
mencintai-Nya, cinta itu akan menyebar kepada semuanya. Kepada Orang tua,
keluarga, guru, sahabat, teman, pacar,
gebetan, mantan, idola dan siapa saja.
Berbeda dengan mereka
yang menjauhi, bahkan tidak mencintai Tuhan sang maha besar dan sibuk mencintai
diri sendiri. Ketika mereka mati, dan kembali ke sisi Tuhan, Tuhan tahu bahwa
mereka tidak menjadikan-Nya sebagai patokan untuk menyebar cinta. Dan itu
berarti cinta mereka kepada dunia, dan segala isinya adalah sia-sia.
Tuhan menciptakan
Cinta, dengan alasan agar kita mencintai DIA lebih dulu dari segala hal di Bumi.
Wajar Tuhan bersikap demikian karena Ia adalah Tuhan. Ia ingin di Cintai oleh
semua hal yang telah ia ciptakan. Bukan untuk disalahgunakan.
Cinta itu diciptakan
dengan maksud baik. Sebagai bekal hidup.
Ketika cinta
mengecewakan, bersyukurlah. Tuhan mengejarkanmu bangaimana untuk bersyukur
dalam segala hal. Karena memang, tidak ada yang lebih membahagiakan selain
bersyukur atas segala hal yang telah diberikan kepadamu dari DIA. Tuhan maha
mengetahui, bukan? Bahkan ketika kau dibuat kecewa oleh Cinta, Ia akan berusaha
benar-benar membuatmu dikecewakan. Karena ia Tahu. Tahu, dengan cara ini kau
bisa lebih dekat dan lebih mencintai DIA. Agar kau bersyukur, dalam segala hal.
Cinta itu mengasihi,
menyayangi, memberi, menerima, mengikhlaskan, merelakan, membahagiakan,
menyakitkan, mengecewakan, menginspirasikan, menolong, mensuport, segalanya ada
di dalam cinta. Cinta kepada Tuhan. : )
Selamat jatuh cinta.


0 komentar:
Posting Komentar